jump to navigation

Perasaan Seorang Istri 8 Desember 2008

Posted by didizulfikar in mY FaMilY, mY WiFe.
add a comment

Saya mencatut tulisan ini dari KoKI Kompas, setalah direnung-renungkan mungin ini yang dirasakan oleh istri saya.

——————————————————————————-

Bulan Madu Kembali!
Oishi – Jakarta

Hai semua….!

Situasi kota Jakarta sudah kembali normal, anak-anak sudah kembali bersekolah dan si mbak sudah kembali bekerja di rumah setelah mudik hampir 2 minggu. Rasanya tidak ada bedanya dengan tahun-tahun sebelumnya namun ada yang berbeda tahun ini. Terutama dalam kehidupan rumah tanggaku. Tahun ini si buyung menginjak usianya yang ketiga dan sudah mulai bersekolah. Semenjak buyung lahir, kami sebagai orang tuanya tidak pernah lepas dari sisinya sama sekali. Tidak ada baby sitter, nanny atau mbak. Jadi dari menyuapinya, mengajaknya bermain, membacakan buku, membuat susu, mengganti popoknya, memandikannya, sampai menemaninya tidur, dilakukan bergantian walaupun saya sebagai ibu lebih berperan banyak karena ayah bekerja dan hanya bisa memberikan waktu penuh di akhir pekan.

Kami sebenarnya tidak pernah mengeluh akan keputusan kami mengasuh buyung sepenuhnya namun…terkadang ketika fisik letih, rasanya kami ingin juga berisitirahat. Saya mengakui, sejak buyung lahir, rasanya saya tidak pernah tidak alert sedikitpun, meski tidur sekalipun. Sebab saya tahu, tidak ada orang lain lagi yang ikut menjaga atau melihat si buyung, kecuali pada akhir pekan ketika ada suami. Nah, semenjak buyung bersekolah, rasanya saya bisa sedikit bernapas lega. Saya mulai memperoleh waktu-waktu pribadi, meskipun tidak sering dan tidak lama. Perasaan ini mungkin sulit dijelaskan karena tidak banyak yang menjalani pola pengasuhan anak seperti kami, terutama di kota Jakarta.

Perubahan kecil ini terutama mulai terasa pada hubungan kami sebagai suami istri. Saya merasa seperti pacaran dulu, entah kenapa. Saya mulai rajin memperhatikan diri dan suami, suami juga terasa sangat perhatian, kami mulai sering mengobrol panjang lebar dan …juga mulai bergandengan tangan kembali! Ketika buyung berjalan di depan, kami berjalan di belakang sambil bergandengan tangan. Kamipun bisa menonton di rumah sambil berpelukan karena buyung asik bermain dengan mobil dan truk mainannya. Kami sangat menikmati waktu berdua walaupun mata kami tak pernah lepas mengawasi dan memperhatikan si buyung. Ketika libur Lebaran kemarin, kami dengan senang hati berbagi tugas dan menikmati masakan rumah bersama tanpa terasa adanya kelelahan. Hubungan kami terasa terbangun kembali dari tidur yang panjang!

Pagi ini, ketika menunggu di sekolah buyung, ada sesama ibu yang menanyakan kapan adik buyung menyusul. Saya terdiam dan sempat termenung. Jika kami mempunyai anak lagi, apakah kami akan kembali mengulang masa-masa sibuk itu? Saya masih tetap pada pegangan bahwa buyung akan tumbuh besar dengan asuhan saya dan ayahnya, ada adik maupun tidak. Maka saya agak sulit membayangkan, ketika ada anggota baru di rumah, seberapa banyak tangan dan perhatian saya yang akan terpecah? Bukan berarti tidak ada kesempatan untuk si adik, tetapi saya merasa mungkin sekarang belum waktu yang tepat. Suamipun tidak keberatan dan selalu mendukung semua keputusan saya. Saya mempunyai banyak rencana indah antara saya dan suami maupun kami sebagai keluarga, yang masih ingin saya capai!

Salam Ibu

Selamat Lebaran… 8 Desember 2008

Posted by didizulfikar in My Son, mY FaMilY, mY WiFe.
add a comment

Tidak ada asa yang lebih menyenangkan selain mengucapkan selamat berhari raya Idul-Adha kepada seluruh umat muslim di dunia.

saat ini, kita merayakan kemenangan kita sebagai umat muslim tentu saja terutama bagi yang menunaikan ibadah haji, saat inilah adalah saat yang paling membahagiakan. diterimanya ibadah kita tentunya dengan pengorbanan.

semoga dengan merayakan ibadah ini, kita akan menjadi manusia yang lebih ikhlas lagi… amin

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA…